Cari Blog Ini

Sabtu, 30 Agustus 2014

Lombok (lagi)... Bagian 1

Entahlah, ini sudah yang ke3 kalinya saya mengunjungi Lombok dan saya pun masih tertarik untuk ke Lombok ketika Mba Dian mengajak saya explore Lombok. Tujuan utama kami kesini sebenarnya adalah mencari Hidden Paradise lainnya. Jika memungkinkan, target utama kami adalah Gili Nanggu, Gili Gede, dan Pantai Pink. Perhitungan kami mudah-mudahan waktu 5 hari di bulan Maret 2014, ini cukup. Sebelumnya saya sudah sempat mengunjungi Senaru, Sembalun, Air Terjun Sendang Gile, Gili-Gili, Pantai Kuta Lombok dan beberapa tempat di daerah Lombok Utara.

Hari ke-1 
Setibanya di Lombok Praya, kami menuju kawasan Cakranegara, Kota Mataram. Kawasan Cakranegara terkenal dengan semacam kawasan yang ramah lingkungan untuk backpacker hehehe. Beberapa hotel kelas melati dan atau tarif di atasnya banyak ditemukan disini. Kami menggunakan bis Damri sampai ke pusat kota. Dari pool bis Damri kemi menggunakan taxi karena informasi yang kami dapat sangat simpang siur untuk sampai ke kawasan Cakranegara. Seperti biasa, prinsip Let's Get Lost kami bekerja, kami hanya menyampaikan ke supir taxi bahwa kami mau menyewa sepeda motor.

Setelah perjalanan 15 menit, kami sampai d kawasan Cakranegara, tepatnya di International Hotel. Jangan membayangkan kami tiba di hotel super mewah standar internasional hahaha. Jauh sekali dari yang saya bayangkan ketika melihat papan nama nya. Syarat menyewa sepeda motor di sini harus meninggalkan KTP/Paspor salah satu peminjam. Kami memutuskan menyewa sepeda motor Mio beserta 2 helm nya.

PETUALANGAN PUN DIMULAI,,, NO PLAN, NO BUDGET, JUST LET THE WIND BROUGHT US HALLAAAAAH :D

Saat itu masih pukul 11.00 WITA, mungkin untuk hari ini kami hanya ingin berjalan-jalan di sekitar sini. Malu bertanya sesat di jalan, alhasil kami menginterogasi pemilik rental ini. Makaaaaa, Air terjun Benang Stokel menjadi tujuan dadakan siang ini. Mengandalkan GPS kami pun menyusuri Kota Mataram. Lokasi air terjun ini di Dusun Pemotoh Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah (arah bandara) sekitar 45 km dari Kota Mataram. Jadi, kami sebenarnya bolak-balik : bandara (Lombok Tengah)-Mataram (Lombok Barat)-Lombok Tengah.

Mba dian : Rider
Saya : Navigator
Inilah posisi untuk trip ini heheehehe.

Sesampainya di pintu masuk, kami langsung bertemu dengan pengelola. Hmmmm sepertinya masih dikelola oleh penduduk setempat. Mereka menawarkan beberapa paket dengan harga yang berbeda pula. Aturan di sini, harus menggunakan pemandu. Baiklaaaaaah males berdebat dan toh ya sudahlah ini menjadi mata pencaharian mereka. Kami harus mengeluarkan Rp. 100.000 untuk membayar 2 guide+sepeda motor sampai ke Benang Kelambu.

Dari loket, kami menuju Air Terjun Benang Kelambu, lokasi paling jauh, kira-kira 500  meter. Perjalanan yang sangat mengagumkan. Masuk hutan hujan tropis yang masih asri dan menemukan beberapa anak sungai yang masih jernih dan bersih airnya. Ketika kami kesana, rata-rata yang mengunjunginya adalah penduduk sekitar, mereka berenang dan hiking seperti yaaa ini taman bermain kami. 

Aiiiih seger bangeeeeeeeet, suasana panas terobati dengan adanya cipratan dari air terjun ini, kemudian kami melihat kolam renang alami. Lingkungan yang bersih dan ada fasilitas musola serta toilet yang terbatas yaaa lumayanlah. Disebut Air Terjun Kelambu karena menyerupai kelambu, halus menyebar arah aliran airnya. Sumber air terjun ini adalah Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Itulah mengapa di pos tadi kami sempat ditawarkan alternatif lain naik Gunung Rinjani dari sini.
Air Terjun Benang Kelambu
Kolam renang yang airnya mengalir dari Air Terjun Benang Kelambu
Air Terjun Benang Stokel
Setelah dari Air Terjun Benang Kelambu, kami turun ke pos. Kami berjalan kaki menuju Air Terjun Benang Stokel.

Air Terjun Benang Setokel memiliki 2 terjunan air yang berketinggian sekitar 30 meter.  Air terjun disebelah kiri memiliki debit yang lebih besar dibandingkan yang kanan.  Sementara itu di bawahnya terdapat kolam kecil tempat penampungan curahan air yang jatuh dari atas.  Kolam ini dapat digunakan untuk mandi dan berenang.  Air terjun ini berada di ketinggian 552 m dari permukaan laut (dpl) di kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Rinjani.

Nama Benang Stokel dalam bahasa setempat berarti segumpal benang.  Nama ini diberikan karena bentuk air terjun ini menyerupai benang yang diikat menyatu. 


Mitos yang berkembang di masyarakat selama ini menyatakan, Air Terjun Benang Stokel menjadi tempat membersihkan diri Dewi Anjani - makhluk gaib yang dipercaya sebagai penunggu Gunung Rinjani. Pada waktu-waktu tertentu konon Dewi Anjani turun dari gunung kemudian mandi dan membersihkan rambutnya di Benang Stokel. Oleh karena itu, banyak masyarakat percaya mereka yang mempunyai masalah dengan rambutnya, seperti rontok, ingin menghitamkan rambut, akan mandi di Air Terjun Benang Stokel.

Selain itu dari cerita unik di balik kecantikan Benang Stokel.  Konon, jalur Benang Stokel - Gunung Rinjani sering digunakan oleh orang-orang sakti untuk mencari berkah atau keselamatan dengan melakukan pendakian untuk bertapa ke Gunung Rinjani, yang hingga saat ini, kebiasaan tersebut masih sering dilakukan oleh warga setempat. Jalur pendakian ini hanya memerlukan waktu tujuh jam saja sehingga memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan dengan lewat jalur kawasan Sembalun, Lombok Timur atau Senaru, Lombok Utara.
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/nusa-tenggara-barat/air-terjun-benang-stokel

Jam tangan sudah menunjukan pukul 14.30 WITA, artinya kami harus menuju Senggigi. Malam ini kami akan bermalam di Senggigi. Kami kembali ke Mataram. Dari Mataram ada alternatif 2 jalan yaitu melewati jalur umum via Ampenan atau lewat Pusuk (hutan yang dipenuhi monyet). Akhirnya kami putuskan melewati Ampenan kemudian nanti pulangnya karena ke arah timur, barukami lewat Pusuk.
Sunset di Pantai Senggigi
Setelah makan malam, kami mencari penginapan di sekitar Senggigi. Bermodal bertanya kepada pedagang bensin, kami pun mendapatkan homestay murah meriah, bersih, kasur empuk, kipas angin 2, kamar mandi bersih dengan harga Rp. 100.000 per kamar per malam. Kami pun di antar oleh sang penjual, yang ternyata adalah pamannya sendiri yang memiliki usaha homestay ini. Untuk kantong backpacker, okeee banget Family Homestay ini. Keluarga itupun menyambut ramah kami di rumahnya. Alhamdulillaaaaaaah,,, Duo Lady Backpacker nekat ini dipertemukan dengan orang-orang baik hehehehehe...
Hari ke-2
Seharian ini akan main di Gili-gili...
Sebelumnya kami googling kalau di Gili Trawangan ada paket snorkelling massal dengan harga Rp. 110.000 per orang mengelilingi 3 gili. Kami pun bergegas menuju Pelabuhan Bangsal. Karena pemandangan sepanjang perjalanan Senggigi-Bangsal sangat memukau, setiap 500 m kami pun berhenti untuk foto hahahhaha. Yaaaa Bukit Malimbu namanya, awesome,,,, penasaran??? datanglah kesana hehehehe
Pelabuhan Bangsal-Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Hari saat itu seudah terik, sekitar jam 10.30 WITA kami bersandar di Gili Trawangan. Kami langsung menyewa sepeda, pikir kami sempatlah keliling Gili Trawangan dulu sebelum snorkelling.       
Pantai di Gili Trawangan
Sisi lain Pantai di Gili Trawangan
 Setelah puas keliling, kami kembali ke pusat Gili Trawangan. Sayaaaaaaaang, ternyata paket jamaah snorkelling itu terakhir berangkat jam 10.00 WITA. Hiuuuuh, kami ditawarkan paket private boat+snorkelling gear+keliling 3 Gili seharga Rp. 750.000. Sempat juga bertanya di tempat lain dan ternyata harga nya sama. Ya sudaaahlaaah udah sampe sini lagian di kesempatan sebelumnya saya sempat kisini namun belum sempat nyebur. Akhirnya kami putuskan untuk ambil paket ini, walaupun berasa kaya dicekek harus mengeluarkan uang segitu hahahahaha.
Ini diaaaa boat kami hehehehe+2 guide
Gili Meno,, AAAAAAA,,,, #SCREAM LOUDLY
Gili Meno, sebetulnya ini banyak ubur-uburnya... Saya gak ikutan berenang takut gatel-gatel hahahahah
Gili Air
Sempet maju mundur karena kedalaman laut 5-6 m tapi akhirnya nyebur juga hahaha. Kami pun menggunakan pelampung. Tidak lama kami bertemu dengan sekumpulan bule, sempat ngobrol kemudian kami lanjutkan daaaaan tiba-tiba 1 orang bule cewek yang badannya 3x lebih besar dari saya dan Mba Dian nangis berusaha menyelamatkan diri dan mencoba bernapas. Hadeeeeeeeeh,,, kemudian Mba Dian melepaskan pelampungnya diberikan ke wanita tersebut. Teman-temannta pun asik berenang sampai pada akhirnya kami berteriak : "WUOOOOOY Your friend need your help!!!"
Saya aja lagi masih menghandle kepanikan saya karena 5-6 meter dalamnya laut ini, eeeeh dia panik yaaa saya tambah panik. Kemudian Mba Dian pun menenangkan kami berdua hahahaha. Saya melepas pelampung saya agar saya dan Mba Dian bisa pegang berdua. Hiuuuuh tak lama teman mereka pun menolong wanita tersebut. Kami pun melanjutkan snorkelling kami sampai berenang ke pinggir pantai Gili Air.
Bersambung,,,,

Rabu, 27 Agustus 2014

Ngegalau in Bali,,,

Sejak pertengahan tahun 2013 kemarin saya sudah mengantongi tiket ke Bali yang murah meriah. Menyetting perjalanan di bulan September 2013 akan menjadi ide brilian di tengah-tengah kesibukan akhir kantor. Yup, saya butuh waktu menyegarkan suasana hati dan lain-lainnya padahal mah mau membebaskan diri dari kegalauan si hahahaha. Galau sama kerjaan yang membuat saya seperti bang toyib yang gak pulang-pulang.

Selalu mendapatkan kemudahan mencari partner in crime untuk melakukan perjalanan ini. Yaa inilah travelmate saya, sahabat dari masa kuliah yang hobinya juga jalan-jalan : Rini Setiawati atau Nenek biasa dipanggil. Okeee persiapan sudah beres mulai dari tiket dan hotel, gimana ajalah nanti di sana mau sewa mobil atau motor, toh Nenek bisa bawa motor hahaha.

Menginap di Kuta Beach Resort and Hotel akan menjadi hal yang menyenangkan, ada kolam renang dan spa nya yang lumayan terkenal. Selama 3 (tiga) hari di Denpasar akan kami habiskan kemanapun kaki ini melangkah. Entahlah beberapa ke Bali, Bali masih membuat saya selalu ingin kembali hallaaaaaah.

Alhamdulillah, Nenek punya teman di Kuta, jadi sepeda motornya bisa kita pinjam gratis. :p

Jumat, September 2013
Kebetulan hari ini, sahabat saya juga akan melakukan perjalanan ke Sri Lanka, Joko Prasetyo. Kami sempat bertemu untuk ngejus bareng sebelum keberangkatan kami. Terima kasih atas traktirannya Joko :)))

Petang hari, pesawat yang membawa kami ke Denpasar tinggal landas. Selama 1 jam 30 menit diisi dengan obrolan wanita karena kami cukup lama tidak bertemu. Tiba di Ngurah Rai Int'l Airport kami langsung menuju hotel. Meletakkan backpack kemudian jalan kaki ke Discovery Mall untuk bertemu dengan temannya Nenek yang meminjamkan kami motor. Masih ada waktu sedikit sebelum jam 10 malam WITA.

Satu hal yang selalu saya lakukan, nyantai di Pantai Kuta, di depan Hard Rock Cafe, duduk di pantai menghadap laut sambil menikmati angin  pantai dan memandang ke langit di mana pesawat yang siap mendarat atau setelah tinggal landas. Rasanya seperti semua beban pikiran lepas seketika, membuang jauh jauh ke laut, dibawa ombak pergi menyisakan raga ini yang terduduk di atas pasir pantai yang lembut. Karena semakin malam semakin ramai dan suasana juga tidak kondusif, akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel setelah mengisi full bahan bakar motor Kisak (tetiba baru ingat nama temannya Nenek :D)

Sabtu, September 2013
Pagi-pagi, secepat mungkin kami sarapan karena mengingat hari ini kami punya sederet nama pantai yang harus dikunjungi hahahaha.

1st : water sport in Tanjung Benoa
Dengan kenalan Kisak, kami dapat harga istimewa juga untuk main 3 permainan : Flying Fish, Donut Boat, dan Parasailing. Sayangnya saya lupa, nama agent yang kita pakai hihihi.

Antara percaya dan gak percaya, SERIOUSLYYYY???? FLYING FISH????? PARASAILING????? Kalau ortu saya tau, saat itu juga pasti saya diminta pulang tanpa alasan. wkwkkwkwk... Saya cuma ingin melepas beban pikiran,,, saya akan menikmati ini semua,,, saya ingin refreshing,,,, hahahaha depresi banget ya kayanya gue,,, wkwkwkwkwk

Picture from http://www.balisurrounding.blogspot.com
Picture from http://www.marinesportbali.com
Picture from http://www.www.baliholidaytravel.com
Kekurangan di agent yang kami pakai :
1. Tempat ganti pakaian yang seadanya walaupun tertutup rapat
2. Toilet/Kamar Mandi buruk (Skala 1-10 : 2)
3. Guide : Ramah, Tanggung Jawab dg Safety 1st (Skala 1-10 : 9)
4. Minum seadanya : air mineral
5. Harga permainan : Rp.350.000/3 permainan  (per orang)

Saya sudah 2x main water sport di Tj. Benoa, saya lupa nama kedua agent, tapi hampir rata-rata fasilitas masih seadanya. Walaupun di agent yang sebelumnya ada kamar mandi dan shower untuk bilas yang cukup banyakdan beberapa fasilitas penunjang seperti parkir dan tempat menunggu yang lumayan nyaman.

2nd : Pura Uluwatu
Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu. Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. http://id.wikipedia.org/wiki/Pura_Luhur_Uluwatu

Informasi singkat yang saya copaste dari wikipedia. Beruntung sekali, Kisak ikut jalan karena Kisak yang menjadi fotografer kami hahahaha.
Sebelum 'nanjak' :D
What a Wonderful Sea
Nenek dan Saya,,, :)))

1. Parkir : Aman, teratur, sudah terkondisi dengan baik (Skala 1-10 : 10)
2. Toilet : Bersih, bagus (Skala 1-10 : 9) 
3. Fasilitas : Gak pakai Guide karena ada Kisak hehehehe (free)
4. Tiket : Rp. 10.000 ber 3 karena ada Kisak hehehehe 
5. Pedagang : Ruko teratur di kawasan parkir
6. Kesan saya : SUBHANALLAH, MASYAA ALLAH,,, BAGUUUUUS BINGIIIIIT :D
 
3rd : Pantai Dreamland
Saat itu saya penasaran bukan main, seperti apa keindahan Pantai Dreamland. Kebetulan tepat searah jalan pulang Pantai Dreamland. Sempat beberapa kali googling kalau Pantai Dreamland tu juara banget tapi sebelum saya melihat sendiri saya masih belum percaya hihihi.

Pantai Dreamland berada di dalam Bali Pecatu Graha, hmmm semacam kawasan elit Golf. Lumayan jauh untuk sampai ke parkir Pantai Dreamland. 


Pantai Dreamland menjelang sunset
Sunset

1. Parkir : Masih seadanya dikelola penduduk sekitar (Skala 1-10 : 4)
2. Toilet : Bersih, bagus (Skala 1-10 : 7) 
3. Fasilitas : Kamar Mandi, Pedagang Ruko teratur (Skala 1-10 : 7)
4. Tiket : Gratis karena ada Kisak hehehehe 
5. Kesan : hmmmm ekspektasi saya terlalu tinggi hihihi,,, alias biasa aja

Hari ini berakhir di warung makan di Kuta hehehe, 
Besok adalah hari terakhir kami di Bali, pesawat yang akan membawa kami pulang ke Jakarta pada sore hari sehingga besok kami hanya mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan dan langsung menuju bandara. Malam ini kami mengembalikan sepeda motor ke rumah Kisak di daerah Kuta juga, setelah itu kami kembali ke hotel. Besok kami akan dijemput oleh Kisak dengan mobil mengingat rute yang cukup jauh, yaitu di daerah Bedugul.

Minggu, September 2014
Tepat pukul 08.00 kami langsung menuju Bedugul, banyak cerita menarik selama perjalanan ke Bedugul. Entahlah hanya Kisak dan Tuhan yang tau ini kita lewat daerah mana. Perjalanan naik turun bukit, masuk hutan, masuk desa, bukan perjalanan yang pernah saya tempuh saat ke Bedugul hihihi. Tetiba kita sudah sampai di jalan raya yang hampir dekat dengan Pura Ulun Danu Beratan yang ditandai dengan adanya beberapa pedagang berkerudung menjual buah-buahan hehehe. Ini murni parameter pribadi saya. :D
Berpose di pintu masuk
Ini dia,,, Pura Ulun Danu Beratan,,,
Hauuuuummmmm hahaha
Nenek ketakutan dimakan Rajawali :p
Salah satu tempat favorit saya di Bali, selain Ubud dan Kintamani. Suasanya yang dingin dan berkabut. Lovable banget lah pokoknya hihihi
1. Parkir : Masih seadanya dikelola penduduk sekitar (Skala 1-10 : 4)
2. Toilet : Bersih, bagus (Skala 1-10 : 7) 
3. Fasilitas : Kamar Mandi, Pedagang Ruko teratur (Skala 1-10 : 7)
4. Tiket : Rp. 20.000 ber-3 hehehehe 
5. Kesan : hmmmm ekspektasi saya terlalu tinggi hihihi,,, alias biasa aja

Makasiih banyak Kisak, jadi guide dan fasilitator kita :D
Suatu saat nanti saya akan kembali lagi ke Bali untuk eksplore sederet tempat yang belum saya kunjungi :
1. TN Bali Barat
2. Trunyan
3. Bali Timur

Salam Angkat Kaki, Angkat Backpack >,<

“The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.”
Marcel Proust

Minggu, 24 November 2013

Bunaken, I'm in love

"Nad, tinggal Manado dan Bali ni, mau kemana?" ucap teman kantor saya.
Yup, masih ada 2 lokasi untuk sosialisasi, berfikir keras sambil minum air keras saya putuskan untuk ke Manado. Radar travelling saya bekerja sempurna, #whispering# Bunaken Nad, Bunaken, Bunaken,,, It is the time!!!! Oke,,, bungkuuuuus,,, mengatur flight agar saya bisa ke Bunaken dalam waktu sempit yang diberikan kantor, akhirnya alhamdulillah, kesampean juga Bunaken,,, yieeeeeeyyy =))

Pagi-pagi sekali kami : saya, Bu Nies (dokter gaul yang sudah berumur ini ternyata makhluk air), Bu Rika (senior saya yang ke-ibu-an sekali) dijemput oleh kawan-kawan yang memang asli Manado. Sampailah kami di pelabuhan atau orang Manado lebih sering menyebutnya "Marina". Supir kami, Pak Awal segera mengurus perizinan : menulis nama & nomor identitas. Setelah siap semua, kami bergegas menuju speedboat yang sudah dipesan oleh Pak Awal. Nama guide kami Kak Rinto,,,

Setelah menempuh perjalanan melewati Teluk Manado selama 40 menit dan didukung cuaca yang sangat cerah, akhirnya kami sampai di Pulau Bunaken. Sesampainya disana, kami sudah disambut teman Kak Rinto, mengukur snorkling device (fins+sepatu katak) + swim suit. Underwater cam pun sudah siap semua. Saatnya menyelam. Jujur, saya gak bisa berenang, selama ini kalau snorkling saya bergantung 1000% (#copaste pak SBY :D) pada pelampung hehehehe. Bu Rika belum pernah sama sekali snorkling wuiiiiihhh, sempet pusing jg saya, klo Bu Rika kenapa2 saya bisa diamuk Pak Ujang (suami nya bu Rika hahahaha). Akhirnya dengan sok tenang, saya ngajarin Bu Rika dulu pake alat snorkling dibantu Kak Rinto dan 2 temannya.

Tiba-tiba, Kak Rinto dan 2 temannya berubah seperti ibu tiri : gak usah pake pelampung!!!
Saya : CIYUUUUUSSS???? huaaaaaa *nangis bombay*

Saya dan Bu Rika pun dipaksa turun nyelem, sampe bingung yang turun kaki kanan apa kiri dluan apa kepala dluan hahahahaha. Akhirnya demi Bu Rika, saya menenangkan diri supaya gak terlihat panik qiqiqiqiq. Alhamdulillah, pada awalnya di pegangin guide, kesana nya jadi bisa dan berani sendiri,
DAAAAAAN TARRRRAAAAAA BIM SALABIM

SAYA BISA RENANG, NGAPUUUUUNG MEEEEN!!!!!!!!
PAKE SEPATU KATAK KESANA KEMARI

Enjoy my pictures which was taken by our professional guide in Bunaken,,,
Paying for expensive underwater package is very reasonable,,,
So, for some people who felt inconvinience with the price, u should think twice for anything services u got,,,
Peace hahahaha =))
Bu Nies, Saya, dan Bu Rika
Pertama-tama, masih takut, jadi aja pegangan LOL

Bu Rika nyelem juga akhirnya qiqiqiqiqiq

Si makhluk air : dr. Nies

Yiiieeeeey, akhirnya dilepas juga,,,

Bu Rika panik diserbu ikan-ikan hahahaha
Gaya-gaya an aja :p



Gaya sok expert qiqiqiqiq

Nemu Starfish yippiiiiey


kembalikan Starfish ke habitatnya :))

End of tour
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Sabtu, 28 September 2013

"Mengejar" Kawah Ijen



Mendaki Gunung?????
Gak pernah terpikir untuk melakukan itu selama beberapa tahun terakhir.
Yup, setelah masuk ke dunia kerja, saya lebih tertarik ngetrip yang enak-enak aja hihihihi

Tapiiiiiiiiii, saya punya keinginan yang amat besar untuk bisa muncak di Semeru dan Ijen...
Keinginan ini terus terpendam sampai akhir Agustus kemarin, saya berhasil nanjak Ijen...
Semuanya dadakan, semuanya kebetulan,,, Alhamdulillah yieeeeyyyyyy kesampean juga ke Ijen...

Travelmate kali ini adalah yaaaa siapa lagi kalau bukan Mba Dian qiqiqiqiqi,,, matur nuwun sanget mba'e :D
Transit satu malam di Surabaya, keeseokan harinya kemi menuju Ijen menggunakan transportasi umum.
Surabaya-Probolinggo-Bondowoso ditempuh dalam waktu 5 jam 30 menit demi Ijen.

Saya dan Mba Dian menunggu nasi goreng hihihi
Sekitar jam 17.30 WIB kami tiba di pertigaan desa terakhir menuju Kawah Ijen, numpang sholat di Indomaret, mengisi perut di warung nasi goreng yang Ibu & Bapak penjual yang sangaaaaat ramah.
Sambil makan, kami terus bertanya, bagaimana caranya kami sampai ke Kawah Ijen dan bisa liat Blue Fire. That's the point hhihihihi. Pilihannya adalah naik ojek, si Bapak pun memanggil tukang ojek yang lagi mangkal kemudian kami nego harga. Nego harga sempet alot sampai kami terlunta-lunta di warung nasi goreng tersebut sampai jam 8 malam. Beberapa penduduk sekitar yang sedang makan malam iba melihat kita kebingungan, akhirnya dari 5 pembeli nasi goreng, 4 nya menyarakan kami untuk tidak naik malam ini. Menginap saja dulu di sekitar sini, dan esok pagi baru berangkat ke atas.

Respon saya & Mba Dian : HUAAAAAAAAWWWWW,,, 
saya bela-bela-in ke Ijen demi melihat bluefire yang cuma ada 2 di dunia, yaitu di Ijen dan Islandia. Dipikir-pikir iseng juga ya saya mau liat api biru aja sampai ke Ijen, padahal bisa aja liat di kompor gas merk tertentu hahahahaha. Selain bluefire, saya juga kepingin melihat ciptaan Alloh yang Maha Sempurna... Kawah nya itu lo, yang selalu bikin penasaran karena setiap penerbangan dari Bali menuju Jakarta, pilot selalu bilang "di sebelah kanan Bapak/Ibu adalah Kawah Ijen. Semua alasan itu cukup membuat saya kekeuh bisa ke Ijen :)

Singkat cerita, akhirnya kami deal dengan 2 orang tukang ojek untuk antar kami sampai kawah Ijen. Alhamdulillah bangeeeeeeet kami diizinkan untuk istirahat sampai pukul 24.00 WIB di rumahnya. Kami berkenalan dengan si Ibu dan anak perempuannya yang seusia dengan adik saya. Alhamdulillaaaah :)

Kami sampai di Paltuding sekitar pukul 01.00 WIB, langsung tancap gas naik. Hueeeeew kaget amat sangat kaget, saya pikir ke Kawah Ijen, tracknya santai ternyataaaaa ini bener-bener naik gunung pemirsaaaaaaaaah.... Ramai yaa sangat ramai, semangat di awal, setelah melangkah 15 langkah saya sudah down hahahahaha. Lha wong saya ndak mengira akan seperti ini dan saya tidak latihan fisik sama sekali. x_x
Beberapa kali berhenti, sampai bikin mba Dian frustasi kayanya hahahahah sorry ya mba :-p 
Beberapa kali pula saya mual, sampai kepikiran untuk gak lanjutin mendaki, 
Beberapa kali pula ngomong, mau turun ajaaaa hihihihihi
FINALLY,,, saya sampai di puncak pada pukul 04.15WIB.
Noormalnya, menanjak sampai puncak hanya dibutuhkan waktu paling lama 2,5 jam tapi sayaa??? hahaha yang penting sampe lah yaaaa,,,

Dari puncak, kami turun ke kawah, melewati jalan berbatu plus berpasir plus berbau belerang demi "mengejar" bluefire.Kebalap terus sama bule-bule dan beberapa fotografer yang bawa peralatan fotonya , akhirnya saya pasrah dan jalan santai aja hahahahaha, Lagi-lagi menguji kesabaran Mba Dian hahahahahaha



Narsis time... 
Let's enjoy Allah SWT's creation,,, 




hiks hiks hiks hebaaaaaaaat si Bapak, :(


Selasa, 13 Agustus 2013

Mari Berdoa :)

Mari berdoa dan jadikan Alloh hanya satu-satunya tempat meminta, memohon, bahkan kalau perlu merengek2,,, *reminder juga untuk diri ini agar jangan malas berdoa ;D


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya RasulullahShalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman : "Barangsiapa yang bermohon kepadaKu maka Aku perkenankan. Barangsiapa yang mohon kepadaKu maka Aku beri, dan barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku ampuni". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Allah setiap malam turun ke langit dunia sampai lewat sepertiga malam yang pertama. Dia berfirman :"Akulah Raja. Akulah Raja. Barangsiapa yang berdo'a kepadaKu, maka Aku memperkenankannya, barangsiapa yang minta kepadaKu maka Aku memberinya. Barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku mengampuninya". Dan senantiasa demikian sampai fajar bersinar". (Hadits ditakhrij oleh Muslim).


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Allah berfirman :"Wahai anak Adam ( manusia ), sesungguhnya selama kamu berdo'a dan mengaharap kepadaKu, Aku memberi ampuman kepadamu terhadap apa (dosa ) yang ada padamu dan Aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adam seandainya dosamu sampai ke langit kemudian kamu minta ampun kepadaKu maka Aku memberi ampuna kepadamu dan Aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adaml, sesungguhnya apabila kamu datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian kamul menjumpai Aku dengan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatu niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi". (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).


Dari Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : RasulullahShalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Apabila malam nishfu (tg1.15) bulan Sya'ban maka jagalah dimalamnya, puasalah siangnya karena maka jagalah di malamnya, puasalah siangnya karena sesungguhnya pada hari itu Allah turun ke langit dunia mulai terbenam matahari, seraya berfirman : "Tidakkah ada orang yang mohon ampun maka Aku mengampuninya. Tidakkah ada orang yang mohon rizki maka Aku memberi rizki ? Bukannkah ada orang yang dicoba, malka Aku lepaskan ia dari cobaan itu. Bukankah demikian ? Bukankah demikian ? Sampai terbit fajar". (Hadits ditakhirj oleh Ibnu Majah).


InsyaAlloh,,,

Rabu, 31 Juli 2013

Roadshow,,,

Gak pernah berhenti untuk ucap syukur kepada Alloh SWT yang udah kasih kesempatan bisa kerja keliling Indonesia. Apalagi bisa milih, ke provinsi mana yang saya pingin datengin hehehehe...
Walaupun kondisi dan situasi nya berbeda jauh dengan saat saya travelling, paling tidak, saya bisa menginjakan kaki di suatu Kab.Kota yang mungkin kalau sengaja pergi kesana, saya akan berfikir ribuan kali... :D
Bertemu dengan berbagai macam orang dengan karakter dan sifat yang berbeda, bagaimana harus bersikap karena notabene saya dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang njawi abis, toto kromo, alon alon, dsb istilah per-jawa-an.

Pas banget dengan kuot di atas, banyak hal saya dapatkan terutama bagaimana menyesuaikan imajinasi dan ekspektasi akan tempat yang kita datangi dengan realitas yang pasti kita temui saat kita berada di tempat itu. Denga segala macam keberagaman dan perbedaan yang ada, dituntut untuk tidak melulu berfikir dan bertanya-tanya "bagaimana mungkin kaya gtu ya?" "kenapa begitu ya kebiasaaannya?",,, 
Daaaan semua jawaban dan terkaan akan terjawab saat kita melihat mereka sebagai mereka dan karena mereka....

Itulah alasan 4 bulan belakangan saya gak bisa update blog dan libur travelling.
Dan efeknya membuat milesage Garuda Frequent Flyer saya meningkat drastis wkwkwkwkwk
Alhamdulillah,,, ;)

mulutmu harimaumu

Setelah 4 bulan belakangan ini, kerja rodi+romusha hehehehe
akhirnya titik jenuh itu muncul lagi (ya lagi,,,)
dan beberapa macam masalah juga muncul,,,
setelah ditelisik dan direview ternyata masalah-masalah ini terjadi karena gaya komunikasi saya yaaaa yang dibilang kurang baik :p
Sampai akhirnya menimbulkan berbagai macam kesalahpahaman terutama dalam pengambilan keputusan terbesar dalam hidup saya.
Hmmmm awalnya sulit mengakui kesalahan tersebut TAPI
pada akhirnya ngaku juga qiqiqiqiqiqi ^_^
Nasi sudah jadi bubur tapi entah mengapa saya masih punya asa bahwa 'semua' hal yang sudah saya 'rusak' bisa kembali seperti semula. #dream & hope#

Semuanya bersumber dan bermuara pada KOMUNIKASI,,,
Pas banget ESQ ada jadwal training Communication with HEART,,,
one day training, yang sebenarnya materinya aja sudah pernah saya dapat tentang dasar ilmu komunikasi
tapi entah mengapa masih aja sering lupa sama prinsip-prinsip tersebut,,,
selama training juga cukup merasa seperti 'dijitak' hehehehehe
Klimaksnya : introspeksi diri kemudian berubah ke arah yang lebih baik setelah mendapat ilmu ini (diingatkan.red)

#MULUT-MU ADALAH HARIMAU-MU#
slogan itu ada benar juga,,,,
Oleh karena itu, mari berkomunikasi dengan hati (HEART)
Humanity
Equal
Authentic
Recognition
Trustworthiness

karena pada akhirnya semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta yaitu, Alloh SWT,,,
#istighfar#

Share from youtube,,,